Saya adalah orang desa! Saya dilahirkan di sebuah desa di Kecamatan Pegandon (waktu itu), Kabupaten Kendal, dari keluarga sederhana. Ayahku seorang guru SD, dan ibuku seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, sejak saya berumur 1,5 tahun, ayahku dipanggil Allah SWT. Jadilah saya anak yatim. Sejak kecil saya terbiasa dengan kehidupan desa yang aman, tenteram, dan damai, karena dipinggir selatan desaku dikelilingi perbukitan, dan di sebelah utara terdapat hamparan sawah. Saya sekolah SD di dua tempat. Di desaku dari kelas 1 hingga kelas 3, kemudian sejak kelas 4 pindah SD sampai lulus. Memang SD di desaku tidak ada kelas yang lebih tinggi dari kelas 3. SMP saya lalui selama tiga tahun di SMP “persiapan negeri” Pegandon.Yah, memang itu SMP yang baru ada di kecamatanku!Berangkat sekolahpun, masih berjalan kaki kurang lebih 4 km. Dan itu yang bikin sehat! Setelah lulus SMP (waktu itu juara 2 hasil ujian), dengan cukup mudah saya melanjutkan ke SMA Negeri Kendal, yang waktu itu juga merupakan satu-satunya SMA Negeri di Kabupaten Kendal. “Lajo” dengan mengayuh sepeda sejauh 15 km bukan merupakan halangan bagiku. Panas, hujan saya lalui dengan senang hati. Akhirnya tamat juga, walau saat itu ada perpanjangan masa belajar (pergantian tahun ajaran) selama setengah tahun. Nah, inilah masa-masa kesulitanku! Mau melanjutkan kuliah beaya tidak ada (gagal panen, karema masa-masa wereng sedang menggila), mau kerja belum bisa apa-apa. Dengan berbekal nekat (menjual sepeda kesayangan waktu “melajo”) saya mendaftar ke IKIP Negeri Semarang program Diploma 1. Alhamdulillah, diterima. jadilah saya seorang “mahasiswa”. Satu tahun rasanya berat sekali. Namun dengan penuh kesabaran dan percaya diri akhirnya selesai juga. Ikatan Dinas yang saya peroleh, cukup meringankan beban saya. Setamat dari IKIP saya mencoba melamar menjadi “guru” di SMP Muhammadiyah Pegandon, dan langsung diterima. Dari situlah saya mengenali kehidupan sebagai sosok seorang pendidik yang sebenarnya. “Ruwet rentenge” dunia pendidikan di sekolah swasta saya memahami, karena saya juga terlibat dalam pencarian dana untuk operasional pendidikan. Namun saya ditempa karenanya. Selanjutnya saya memulai meniti karir di dunia pendidikan dengan liku-liku yang cukup panjang. Awal tahun 1982 saya mengajar di SMP Negeri 1 Pangkah Kabupaten Tegal selama satu setengah tahun. Kemudian pindah di SMP Negeri Cepiring Kabupaten Kendal selama satu tahun. Setelah itu pindah lagi di SMP Negeri 8 Kotamadya Tegal. Di SMP Negeri 8 Tegal inilah karir saya mulai “menanjak”, hingga saya pernah menjadi Guru Inti PKG IPA, dan terakhir menjadi Instruktur PKG IPA SMP Jawa Tengah. Dan sarjanapun saya peroleh ketika saya menjadi guru SMP 8 Tegal. Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke kubangan jua. Setelah hampir 20 tahun merantau, akhirnya saya pulang kampung juga. Tahun 2001, saya mutasi ke Kendal, dan mengajar di SMA Negeri 2 Kendal sampai sekarang. Nah, kalau saya sekarang mulai belajar IT, ya memang kesempatan telah ada, dan saya mau mencoba, walaupun saya “wong ndesa”